Terlahir berbeda dan memiliki keterbatasan sangatlah tidak menyenangkan, tak terkecuali bagi Jonathan Crisnada yang memiliki keterbatasan sebagai seorang tuna rungu dan tuna wicara.

Namun hal tersebut bukanlah berarti sebagai penghalang untuk meraih kesuksesan asalkan mau berusaha dan bekerja keras melawan segala kekurangan.

Terbukti berkat kegigihannya dalam berusaha mengembangkan bisnis mainan, akhirnya Jonathan Crisnada bisa menjadi salah satu pengusaha mainan yang sukes, meskpun semua itu diraihnya dengan penuh lika liku dan segudang permasalah lain akibat dari keterbatasannya.

Siapa Jonatah Crisnada ini? dan bagaimana kisahnya dia bisa meraih kesuksesan sebagai pengusaha maianan? yuk kita simak ulasannya di bawah ini.

Lika Liku Penyandang Tuna Rungu Hingga Sukses Menjadi Pengusaha Mainan

Pendidikan

Meskipun Jonathan Crisnada menyandang keterbatasan tak lantas membuat dia patang arang untuk mengenyam pendidikan meskipun pada saat itu dia harus jauh dari keluarganya di semarang karena dia harus sekolah di SLB wonosoba.

Selanjutnya dia mengenyam pendidikan SMK bersama anak anak norma di daerah muntilan sebelum akhirnya melanjutnkan kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di semarang dengna jurusan Teknik informatika.

Mungkin Background pendidikannya inilah yang membuat mental bisnis dia semakin terasah dan tak pantang menyerah.

Mulai Tertarik Menggeluti Bisnis Mainan

Tepatnya setelah dia mengenyam pendidikan SMK bersama anak anak normal di daerah Muntilan, Jonathan mulai menyukai "Gundam" yakni mainan merakit robot raksasa dari jepang, karena melihat mainan Gundam milik temannya.

Bahkan dia rela menggunakan uang tabungannya untuk membeli gundam meskipun harganya lumayan mahal dan harus membelinya ke luar kota , karena pada saat itu di daerah Muntilan belum ada yang menjual Gundam.

Diapun rela naik bus ke yogyakarta untuk membelinya.

Dari hobinya tersebutlah akhirnya dia memutuskan untuk mulai menjual Gundam secara online ketika di mulai kuliah di jurusan teknik informatika di daerah semarang.

" Di mulai sekitar tahun 2005 lewat situs ecommerce seperti tokobagus dan semajamnya" ujar Jonathan.

Lika Liku Yang Di Alami

Di awal awal dia memulai bisnis mainan gundam dia menggunakan sistem pre order dan akan membelikan pesanan pelanggan ke kota lain.

Dan yang banyak menjadi kendala adalah sering mengalami komplain dari pelanggan karena kesalahpahaman komunikasi yang ia lakukan lewat chatting ataupun sms sehingga hampir membuat reputasi jualannnya hancur.

Namun dia tidak menyerah dan terus memperbaiki cara komunikasinya agar tidak terjadi kesalah serupa.

Tak sampai disitu saja cobaanpun datang lagi ketika di tahun 2010 di di rampok di siang bolong di jalan mataram semarang sehingga uang modal dan tabungan senilai 12 juta raib oleh perampok tersebut.

Titik Balik Keberhasilan


Kejadian tersebut hampir membuatnya putus asa, sampai akhirnya titik balikpun datang ketika adiknya Decky meutuskan untuk keluar dari kerjaannya dan membantu mengembangkan bisnisnya.

Sejak saat itulah bisnis mainan jonthan yang di beri nama Unicorn Toys ini terus berkembang dan menarik banyak pelanggan.

Toko offline yang dulunya hanya di ruang tamu kecilpun kini sudah di perbesar dengan menjebol kamar sebelahnya untuk menampung display yang lebih banyak .

Bahkan sekarang Jonathan dan adiknya sudah tidak bekerja sendiri, karena sudah mempu memperkerjakan 6 karyawan untuk mengurus toko mainan mereka, dan merekapun melayani pembelian secara online melalui toko online mereka di www.unicorn-toys.com.

Demikianlah kisah sukses seorang penyandang tuna rungu yang berkat kegigihannya bisa menjadi seorang pengusaha mainan, semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi buat kita semua, bahwa tidak ada yang mustahil jika kita mau bekerja keras dan memperjuangkannya.

Sumber: Detik.com